Kajian Hadits - Makna Kebajikan dan Dosa
Oleh : Syarif Busthomy, Lc.
Makna Kebajikan dan Dosa
Artinya:
Dari an-Nawwas bin Sam’an (w. 50 H) Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebajikan dan dosa, maka beliau menjawab, “Kebajikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang membuat bimbang (ragu) hatimu dan engkau tidak suka dilihat (diketahui) oleh manusia.”
HR. Muslim (w. 261 H. )
Istifadah:
Dalam hadis ini, Rasulullah SAW menjelaskan tentang makna _al-Birru_ dan _al-Itsmu_.
_al-Birru_ adalah akhlaq yang baik. Menurut Ulama Jumhur, akhlaq yang baik yang dimaksud adalah segala perbuatan baik terhadap sesama manusia dan juga kepada Allah Swt ( ta'at).
Sedangkan _al-Itsmu_ merupakan segala bentuk perbuatan yang membuat hati ragu atau tidak tenang.
Dalam periwayatan lain dijelaskan bahwa jika seseorang ( khususnya ulama) merasa ragu dengan apa yang akan ia lakukan lalu Nabi bersabda _'Istafti Qalbak'_ ( tanyakanlah pada hatimu!) . Dan jika keraguan itu terjadi pada orang muslim awam maka hendaknya ia bertanya kepada ulama agar hatinya tenang.
Sebagaimana dalam firman Allah :
_Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui_
(Q.S. an-Nahl : 43)
Maka dari itu, hendaklah kita berhati-hati dalam berakhlaq serta selalu bertanya kepada Ulama jika mendapati keraguan.
Jangan lupa bershalawat hari ini.
Makna Kebajikan dan Dosa
بسم الله الرحمن الرحيم
كِتَاب الْبِرِّ وَالصِّلَةِ وَالْآدَابِ
بَاب تَفْسِيرِ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ ، حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سِمْعَانَ الْأَنْصَارِيِّ ، قَالَ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، عَنِ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ فَقَالَ : الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ. ( رواه مسلم)
Artinya:
Dari an-Nawwas bin Sam’an (w. 50 H) Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebajikan dan dosa, maka beliau menjawab, “Kebajikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang membuat bimbang (ragu) hatimu dan engkau tidak suka dilihat (diketahui) oleh manusia.”
HR. Muslim (w. 261 H. )
Istifadah:
Dalam hadis ini, Rasulullah SAW menjelaskan tentang makna _al-Birru_ dan _al-Itsmu_.
_al-Birru_ adalah akhlaq yang baik. Menurut Ulama Jumhur, akhlaq yang baik yang dimaksud adalah segala perbuatan baik terhadap sesama manusia dan juga kepada Allah Swt ( ta'at).
Sedangkan _al-Itsmu_ merupakan segala bentuk perbuatan yang membuat hati ragu atau tidak tenang.
Dalam periwayatan lain dijelaskan bahwa jika seseorang ( khususnya ulama) merasa ragu dengan apa yang akan ia lakukan lalu Nabi bersabda _'Istafti Qalbak'_ ( tanyakanlah pada hatimu!) . Dan jika keraguan itu terjadi pada orang muslim awam maka hendaknya ia bertanya kepada ulama agar hatinya tenang.
Sebagaimana dalam firman Allah :
.... فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya :_Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui_
(Q.S. an-Nahl : 43)
Maka dari itu, hendaklah kita berhati-hati dalam berakhlaq serta selalu bertanya kepada Ulama jika mendapati keraguan.
Jangan lupa bershalawat hari ini.
0 Response to "Kajian Hadits - Makna Kebajikan dan Dosa"
Post a Comment